Logo SantriDigital

belajar

Kultum
T
Taurida Adinda
26 April 2026 3 menit baca 2 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا (طه: 114) رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bapak, Ibu, Saudara-saudari sekalian, kaum muslimin yang Allah muliakan. Jalan-jalan ke pasar malam, Beli es kelapa muda di pinggirnya. Jika ingin hidupmu tenteram, Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jangan pernah lalai ya! Nah, bicara soal belajar, kadang mengingatkan saya pada pengalaman pribadi. Dulu zaman sekolah, kalau ada PR matematika, rasanya pengen pura-pura amnesia sejenak. "Wah, PR? Apa itu PR?" *ngeliat teman lain pada garuk-garuk kepala.* "Oh, ternyata bukan cuma saya ya yang lupa." Tapi Bapak, Ibu, saudara sekalian, belajar itu bukan cuma soal PR. Belajar itu perintah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala sendiri. Coba lihat ayat yang tadi kita baca: "Dan katakanlah: 'Wahai Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.'" (QS. Thaha: 114). Allah sendiri yang minta kita untuk minta tambahan ilmu. Ibaratnya, Allah itu agen pulsa, dan kita hamba-hambanya yang disuruh isi ulang kuota ilmu setiap saat. Jangan sampai kuota kita habis pas lagi butuh ilmunya! Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda yang artinya, "Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim). Wah, bayangkan, Bapak Ibu! Belajar itu bisa jadi jalan pintas kita ke surga. Lebih cepat dari naik pesawat, lebih nyaman dari naik kereta ekonomi yang AC-nya nyala terus. Lebih asyik lagi kalau lagi ngantuk, bisa sambil merem sedikit, yang penting niatnya belajar. Kadang kita suka salah kaprah, menganggap belajar itu cuma buat anak sekolah. Padahal, Imam Syafi'i rahimahullah pernah berkata, "Aku suka menjadi orang yang selalu menuntut ilmu dan terus belajar dalam keadaan apa pun." Beliau itu ulama besar, hafal Al-Qur'an dan Hadits di luar kepala, tapi semangat belajarnya nggak pernah padam. Gimana kita? Yang ilmunya segaris sama tebalnya kertas bungkus nasi, tapi semangat belajarnya setebal debu di lemari tua. Uhuk! Ingat tidak, kisah Abu Bakar Ash-Shiddiq, sahabat Nabi yang paling mulia? Beliau pernah bertanya kepada Nabi, "Wahai Rasulullah, bagaimana cara agar saya bisa mendekat kepada Allah?" Rasulullah bersabda, "Dengan menuntut ilmu, dan mengajarkannya kepada orang lain." Jadi, jangan sia-siakan setiap kesempatan untuk belajar. Bisa dari buku, dari ceramah seperti ini, dari orang tua, bahkan dari tukang parkir pun kalau kita bisa ambil hikmahnya. Lho, jangan salah, tukang parkir itu ilmunya luas lho, bisa ngatur mobil segede gaban masuk ke gang sempit. Perlu strategi itu! Saudara-saudari sekalian, marilah kita terus semangat menuntut ilmu. Bukan hanya ilmu dunia yang membuat kita pintar mencari nafkah, tapi juga ilmu akhirat agar kita selamat dunia dan akhirat. Jangan sampai kita jadi orang yang disindir oleh Al-Qur'an, "Mereka hanya mengetahui kehidupan dunia sekilas, sedang mereka lalai tentang kehidupan akhirat." (QS. Ar-Rum: 7). Oleh karena itu, mari kita mulai hari ini. Sisihkan waktu sedikit saja untuk membaca, mendengar, atau merenungi ilmu-ilmu Allah. Perbanyak doa kita, seperti doa yang diajarkan Allah dalam Al-Qur'an tadi. Semoga Allah senantiasa memudahkan jalan kita untuk menuntut ilmu, dan menjadikan ilmu kita bermanfaat di dunia dan akhirat. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →